Surat kecil untuknya.....

Untukmu...
Aku ingin menceritakan sesuatu kepadamu, sebuah cerita yang menjemukan.....

Ketika menempuh perjalanan jauh menuju suatu tempat yang diinginkan, aku harus melewati banyak tempat pemberhentian, ya tempat pemberhentian. Tempat dimana aku harus menunggu kehadiran transportasi yang akan membawa ku menuju tempat yang aku tuju. Tempat pemberhentian itu berada di daerah yang berbeda-beda. Daerah yang memberikan nuansa yang berbeda. Namun entah mengapa tak ada hasrat dariku untuk berhenti sejenak demi sedikit menikmati nuansa daerah tersebut.
Hingga sampailah pada satu tempat pemberhentian, sebenarnya tempat pemberhentian itu sama dengan tempat-tempat pemberhentian lainnya. Namun ada suatu hal yang membuat ku berhenti, singgah di tempat itu. Sudah lama untuk berhenti sejenak setelah lama melewati beberapa tempat pemberhentian. Ya tak ada salah nya untuk berhenti sejenak. Melepas penat sejenak asal tidak terlena didalamnya. Sulit sebenarnya untuk memutuskan berhenti di tempat itu. Tapi tak apa lah dalam pikir ku.
Aku pun bergegas untuk berhenti di tempat pemberhentian tersebut. Indah dan selalu membuat hal yang berbeda. Sadar atau tidak, aku menaruh hati pada tempat pemberhentian ini. Setiap sudutnya memiliki cerita yang berbeda dari tempat-tempat pemberhentian lainnya. Angin yang berada di tempat ini selalu berhasil membuatku merasa melayang dan yang menjadi paling hebat. Walaupun terkadang angin itu berubah namun memberikan warna yang berbeda. Namun angin berjanji akan terus memberikan kebahagiaan untukku. Lambat laun, ku tambatkan hati ini di tempat ini walaupun ku tak taruh seluruhnya.
Entah mengapa tiba-tiba angin datang lebih cepat dari biasanya, lebih kencang dari biasanya. Angin mengingkari janjinya. Aku tersudut. Tak berani untuk bertemu angin. Angin tak lagi memberikan rasa aman untukku di tempat pemberhentian ini. Aku pun tak lagi merasa nyaman seperti awal pertama ku memutuskan untuk berhenti ditempat ini.
Namun kamu tahu? Ada suatu hal yang tak bisa ku ceritakan. Ada suatu hal yang membuat ku masih bertahan walaupun rasa aman dan nyaman itu sudah tak ada. Ya, aku tetap bertahan dengan alasan yang berbeda dari awal ku berhenti di tempat ini. Aku coba memberikan warna yang berbeda, untuk mengikuti suasana ditempat itu. Ku coba menambal semua dinding yang rusak akibat angin itu.
Angin itu sudah berubah. Tak sama seperti dahulu. Tak ada rasa aman yang diberikan. Tak ada rasa nyaman yang diberikan. Tak ada kebahagiaan yang tersirat didalamnya. Angin itu sudah membuat kesalahan. Ya kesalahannya sudah membuat ku nyaman ketika awal ku berhenti di tempat pemberhentian ini. Aku terombang ambing dalam dilema perasaan.
Hingga tiba saatnya, angin mengeluarkan isinya. Tahukah kamu apa yang terjadi? Hati ini hancur. Hati ini kosong seketika. Aku merasakan percuma saja kemarin aku mencoba untuk bertahan. Angin sudah menyerah membuat ku merasa nyaman dan merasakan suatu kebahagiaan. Aku tetap rapuh walaupun aku mencoba untuk tegar. Apa yang harus aku lakukan?
Semua harus ada keputusan. Kamu tahu aku mencoba membohongi perasaan ku demi meninggalkan tempat ini. Sulit. Berat. Ku kembali lagi ke tempat pemberhentian dengan perasaan hampa. Dan berharap angin kembali memanggilku. Tapi aku salah. Aku lupa. Angin tak akan pernah kembali. Dan aku hanya bisa berharap aku bisa kembali suatu ketika...

Untukmu salah satu tempat pemberhentian yang berhasil membuatku berhenti sejenak..
Terima kasih telah memberikan suatu kenangan manis. Walaupun, aku hanya berhenti sejenak, tapi kenangan itu terlalu manis untuk dilupakan. Pelajaran ini mungkin dapat ku pelajari dengan nuansa yang berbeda.
Kamu tau,,, aku masih serih menoleh ke belakang. Dan berharap tempat ini memanggil ku kembali dengan kata-kata pertama kali. Kata-kata yang sungguh indah karna ku membaca dengan hati. Dengan perasaan ku mendengar kata-kata yang dikeluarkan.

Dariku,
Yang menyukai tempat ini...

Alqaitu 'alaika mahabbatam minnii wa litushana'a 'alaa 'ainii...

Komentar

Postingan Populer