Rasa Sakit sebagai Rasa Syukur
Menonton series atau film menurut gue bukan hanya sekedar hiburan karena sebenarnya banyak pelajaran yang bisa diambil dan banyak hal yang awalnya gue gak tau jadi tau gara-gara disisipkan dalam serial atau drama. Jadi akhir November kemarin gue baru menyelesaikan serial drama korea berjudul Doctor John. Sebenarnya serial ini keluar tahun 2019 tapi gue baru sempet nonton bareng nyokap. Btw nyokap lagi ketagihan nonton serial korea selatan. Nah di serial ini menceritakan bagaimana para dokter yang mencoba untuk mengungkap penyebab nyeri diderita para pasien yang mengidap penyakit kronis.
Gak cuma itu, di serial ini juga menceritakan pemain utamanya yang dimainkan oleh Ji Sung mengidap penyakit bawaan lahir yang langka yaitu Congenital insensitivity to pain with anhidrosis atau CIPA. Jadi si penderita penyakit ini tuh gak bisa merasakan sakit. Bingung? sama haha jadi setelah nonton ini gue langsung searching kan tentang penyakit ini karena gue juga bukan anak kedokteran hahaha.
Menurut yang gue baca di google, dari neurologis di Amerika Serikat, Heidi Moawad mengatakan penyakit ini tuh penyakit keturunan dari kedua orangtuanya. Jadi kalo hanya 1 orangtuanya yang memiliki gen ini nih biasanya keturunannya gak mewariskan penyakit ini. Makanya bisa dibilang penyakit ini langka dan juga berbahaya.
Dimana letak bahayanya coba? Bayangin cuy dia gak bisa tuh ngerasain suhu panas atau dingin terus gak bisa juga ngerasain sakit saat dia cedera, terluka tau terbentur anggota tubuhnya jadi bisa tiba-tiba tangannya udah melepuh atau memar aja gitu. Biasanya orang normal saat dia luka atau anggota tubuhnya terkena benda yang bersuhu panas bakal ngerespon seacara reflek tubuh untuk melindungi atau mengobati bagian tubuh kita yang terluka. Malah beberapa kasus menyebutkan seseorang yang menderita CIPA dengan mudahnya mampu melukai tubuhnya sendiri. Ada yang terbiasa mengucek mata hingga mengalami kebutaan atau terbiasa menggigit kuku hingga berdarah atau malah ada yang sengaja menggoreskan benda tajam ke anggota tubuhnya.
Gak cuma itu, si penderita penyakit ini juga gak bisa mendeteksi jika dia terserang virus atau bakteri karena ya itu tadi dia gak bisa merasakan sakit sehingga penyakit jadi berkembang. Makanya bisa dibilang CIPA penyakit berbahaya. Saking bahayanyam, kebanyakan kasus-kasus pasien ini, umurnya gak lebih di atas 25 tahun. Meskipun mungkin beberapa diantara meraka mampu bertahan hidup normal dengan cara selalu rutin memeriksa kesehatan tubuhnya.
Terus jadi kepikiran gimana ya perasaan si penderita CIPA. Biasanya kita selalu mengeluh kesakitan sama Tuhan saat kita menderita atau terserang penyakit. Jadi aku memutuskan untuk bersyukur masih bisa merasakan sakit. Sepertinya itu perlu melihat ada orang yang gak bisa merasakan sakit. Ternyata bisa jadi rasa sakit itu nikmat Tuhan yang diberikan oleh kita agar kita tahu letak rasa sakit itu atau seberapa kuat rasa sakit yang kita derita.
Rasa sakit adalah bukti kita hidup. Tak hanya itu rasa sakit hidup di dalam diri tiap manusia dan hidup kita berakhir dengan rasa sakit. Jadi jika kamu memiliki seseorang disisimu jagalah dia karena untuk berbagi rasa sakitmu dan memberimu keberanian untuk menerima rasa sakitmu.
Komentar
Posting Komentar