Menyerah = Berjuang

Kemarin minggu (27/03) aku bertemu dengan teman lama ku di tempat kerja yang lama. Sudah lama tidak bertemu, sekitar 3 tahun. Pertemuan kemarin menambah insight baru dalam diriku tentang pernikahan. Mereka bercerita tentang pernikahan mereka. Dua diantaranya bercerita mengapa mereka divorce. Mereka wanita hebat menurut ku. Jika aku di posisi mereka belum tentu aku sekuat mereka.

Perceraian menimbulkan luka yang sangat dalam menurutku. Luka dan trauma yang entah kapan sembuhnya atau malah tidak akan pernah sembuh. Persetan terhadap mereka yang mengatakan dan menyepelekan luka akan hal itu. Semua orang di sekeliling temanku itu malah menyalahkan si perempuannya, padahal mereka korban dalam rumah tangga, yang pada akhirnya anak mereka juga ikut menjadi korban.

Bukan karena berapa lama mereka mengenal mantan pasangan mereka. Bukan pula karena mereka yang tidak melayani pasangan mereka. Apalagi karena paras mereka atau status sosial mereka, sama sekali bukan. Ternyata itu semua karena masalah cinta dan komitmen. Mau kamu sudah lama menikah atau hanya sebentar.

Kamu harus sangat mengenal calon pasangan kamu, sebaik apapun bibit bebet bobotnya, tidak memungkiri dalam hatinya yang berbeda. Memang semua serahkan pada Tuhan yang Maha Esa tapi disini peran kita sebagai manusia ikhtiar agar hidup bisa lebih tentram dan bahagia.




Komentar

Postingan Populer