Adulting Sucks!!
adulting is so hard, I can't adult today, etc
yup itulah keluhan-keluhan yang sering terlontar dari aku, dan bervariasi tiap harinya. Sukses menjadi manusia dewasa seperti sebuah mitos. Tersadar jika sudah memasuki usia dewasa maka aku harus mengemban tanggung jawab yang sangat besar. Dan untuk menyelesaikan itu semuanya hanya bergantung pada diri sendiri, tentunya pada Tuhan juga ku bergantung.
Memasuki wilayah usia dewasa bukan berarti kita kehilangan kesempatan untuk tumbuh bukan? Apa kita masih bisa mengatakan bahwa kita masih dalam tahap mencari tahu tentang kedewasaan? Perlu diingat, sudah tak ada lagi anak atau remaja dalam generasi milenial. Generasi milenial seperti sebuah berita kemarin yang sudah basi, dimana saat ini pasar sudah menargetkan pada generasi Z.
Tragisnya menjadi dewasa menuntut kita dengan masalah masing-masing. Menurut ku dewasa bukan berarti aku hanya disibukkan mencari rupiah saja. Menurut ku dewasa lebih dari itu. Menjadi dewasa bukan berarti harus menjadi pengusaha muda yang sukses masuk Forbes atau menjadi dewasa bukan berarti memiliki followers hingga 6 digit di Instagram or Tiktok.
Dulu waktu kecil selalu merasa kalo orang dewasa itu selalu memiliki jawaban atas semua persoalan namun ternyata tidak haha dan itu adalah aku dan memahami bahwa aku tidak sekompeten ekspektasiku ketik masih kecil. Everything is a shit.
Dan paling yang ku rasakan adalah kesepian. yup, loneliness. ketika semua teman dekat perlahan-lahan memiliki dunianya sendiri yang berbeda dengan duniaku, sekadar bertanya kabar dan mendapat berita bahagia saja itu sudah sangat cukup. menjadi dewasa harus selalu siap atas semua kemonotonan hidup termasuk monotonnya pertanyaan yang dilontarkan dari orang.
Hidup ini terus berjalan namun tanpa disadari mulai kehilangan teman, keluarga dan waktu sedangkan diri ini menjadi lebih tertutup. bukan bermaksud menutup diri. Di masa ini, sangat bersyukur memiliki seseorang dimana aku tak perlu memakai topengku, aku bisa memberikan dan mendapatkan support dari seseorang yang berarti tersebut.
Perubahan sense of self dan perubahan pandangan tentang apa yang aku pikirkan akan hidupku sepertinya menjadi dampak dari "dewasa". Ketika beberapa goals tidak terwujud, seketika harus membuat goals baru lagi dengan cepat sehingga sense of self ikut berubah, termasuk cara pandangku tentang kehidupan. Hobi yang dahulu terasa menyenangkan pun malah mejadi hal petaka terkadang. Just, loss.
Komentar
Posting Komentar